Tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis, tetapi dengan perawatan yang tepat, hidup lebih panjang dan produktif dapat dicapai. Penanganan yang perlu diperhatikan dan dapat menjadi pilihan bagi penderita penyakit ginjal kronis yaitu terapi modalitas, terapi nutrisi, pembatasan cairan, terapi obat dan dukungan psikologis.(1,2)Keterangan: IBW Ideal Body Weight atau berat badan ideal, dapat dinilai dengan berat badan (BB) setelah hemodialisis (HD) pada penderita PGTA yang stabil
Ada tiga pilihan perawatan modalitas pada penderita PGTA yaitu terapi pengganti fungsi ginjal berupa dialisis atau transplantasi ginjal, serta manajemen konservatif.(1,2)
| Kebutuhan Nutrisi | Jumlah Kebutuhan/ Hari | |
| 1 | Energi | 35 kcal/ kg IBW |
| 2 | Protein | 1,2 g/ kg IBW |
| 3 | Cairan | 500-1000 ml/ hari + urine output |
| 4 | Natrium/ Garam | 2-3 g/ hari |
| 5 | Kalium | 2-3 g/ hari atau 40 mg/ kg IBW |
| 6 | Fosfor | 0,8-1,2 g/ hari atau < 17 mg/ kg IBW |
Beberapa obat residunya dibuang dari darah melalui ginjal, namun tidak semua jenis obat. Jadi, penting bagi penderita PGTA berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penggunaan obat-obatan yang dianjurkan, suplemen, obat herbal, atau terapi bebas lainnya tetap aman bagi ginjal. Penderita mungkin juga perlu mengonsumsi obat-obatan atau suplemen untuk mengelola komplikasi tertentu sesuai kebutuhannya. Terapi dapat mencakup obat penurun tekanan darah tinggi, suplemen besi, kalsium, vitamin D, obat diuretik untuk mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh, atau obat-obatan yang menurunkan fosfor atau kalium dalam darah.(1,4,7)
Penderita dengan transplantasi ginjal perlu mengonsumsi obat imunosupresan, yaitu obat-obatan yang menurunkan kemampuan tubuh untuk menolak organ yang ditransplantasikan. Biasanya, tubuh akan melawan apa pun yang bukan bagian dari dirinya sendiri, seperti kuman dan virus. Sistem perlindungan ini disebut sistem imun. Untuk mencegah tubuh menyerang atau menolak ginjal donor, obat imunosupresan diperlukan untuk menjaga sistem imun agar tetap kurang aktif.(1)
Terdiagnosis mengalami gagal ginjal mungkin dapat sangat mengejutkan, meskipun penderita telah lama mengetahui tentang penyakit tersebut. Penderita mungkin akan kesulitan untuk mengatur jadwal perawatan jika memilih menjalani dialisis. Penderita dapat bergabung dengan kelompok pendukung penderita PGTA sehingga dapat saling berbagi pengalaman tentang penyakit yang diderita. Berbagi perasaan kepada seseorang yang dipercaya (teman, anggota keluarga, pemimpin agama, atau orang lain yang dipercaya) tentang perasaan mungkin juga dapat membantu penderita menghadapi situasi yang dialami. Kelelahan dan stres yang dialami juga dapat diatasi dengan mempertahankan rutinitas seperti terus bekerja atau melakukan aktivitas yang disukai, jika kondisi penderita memungkinkan. Penderita juga dapat meminta rekomendasi penyedia layanan kesehatan untuk dapat dihubungkan dengan konselor jika kondisi psikologis memberat.(3)
Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan oleh penderita ketika memilih perawatan, termasuk gaya hidup, masalah kesehatan, dan kebutuhan akan seseorang yang membantu perawatan. Pengambilan keputusan harus didasarkan pada riwayat kesehatan, hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan interprofesional (dokter, perawat, ahli gizi), serta keinginan penderita dan keluarga.(1)