Terapi komplemeter merupakan pengembangan dari terapi tradisional. Beberapa yang sudah terbukti efikasinya dapat diintegrasikan dalam terapi modern atau terapi medis. Prinsip pengobatan komplemeter bersifat holistik. Terminologi holistik mengacu pada integrasi individu secara menyeluruh yaitu sebuah keharmonisan individu pada aspek biologis, psikologis, dan spiritual. Perawatan ini mengintegrasikan pikiran, badan, dan jiwa dalam kesatuan fungsi yang akan mempengaruhi kesehatan, perilaku positif, tujuan hidup, dan pengembangan spiritual pada setiap individu. Prinsip perawatan ini sesuai dengan prinsip keperawatan yang memandang manusia sebagai makhluk yang holistik (bio, psiko, sosial, dan spiritual).(1,2)
Terapi ini juga diartikan sebagai upaya untuk memulihkan kondisi tubuh yang sakit. Terapi biasanya dimulai dengan pemeriksaan gejala yang ada, diagnosis, pengobatan dan pemulihan kesehatan hingga kembali normal. Pelaksanaannya dapat dilakukan bersamaan dengan terapi medis.(2) Berdasarkan National Institute of Health (NIH) terdapat lima kategori terapi komplementer, sebagai berikut:(3,4)
1. Mind-body therapy (terapi pikiran dan tubuh)
Terapi ini menggabungkan fokus mental, pernapasan, dan gerakan tubuh untuk membantu merelaksasi tubuh dan pikiran. Berikut adalah beberapa terapi mind-body:
- Meditasi: pernapasan terfokus atau pengulangan kata atau frasa untuk menenangkan pikiran dan mengurangi pikiran dan perasaan yang membuat stres.
- Biofeedback: menggunakan alat khusus, pasien belajar cara mengendalikan fungsi tubuh tertentu yang biasanya di luar kesadaran (seperti detak jantung dan tekanan darah).
- Hipnosis: sebuah terapi yang ditujukan agar keadaan seseorang menjadi lebih sadar dan fokus pada perasaan, pikiran, gambaran, sensasi, atau perilaku tertentu. Seseorang mungkin akan merasa lebih tenang dan terbuka terhadap sugesti untuk membantu penyembuhan.
- Yoga: sistem praktik kuno yang digunakan untuk menyeimbangkan pikiran dan tubuh melalui peregangan dan pose, meditasi, dan pernapasan terkendali.
- Tai chi: suatu bentuk latihan ringan dan meditasi yang menggunakan serangkaian gerakan tubuh yang lambat dan pernapasan terkendali.
- Imajinasi (imagery): berfokus pada gambaran positif dalam pikiran, seperti membayangkan pemandangan, gambar, atau pengalaman untuk membantu tubuh pulih.
- Saluran kreatif: seperti terapi seni, musik, atau tari.
2. Biologically based practice (praktik berbasis biologis)
Terapi jenis ini menggunakan hal-hal yang ditemukan di alam, diantaranya yaitu:
- Vitamin: nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil untuk berfungsi dan tetap sehat.
- Suplemen makanan: produk yang ditambahkan ke dalam makanan yang mungkin mengandung bahan-bahan seperti vitamin, mineral, herbal, dsb.
- Botani: tumbuhan atau bagian tumbuhan. Diantaranya adalah aromaterapi (menggunakan minyak esensial dari ekstrak tumbuhan tertentu seperti lemon, chamomile, dan lavender),(1,5).
- Makanan atau diet khusus.
3. Manipulative and body-based practices (praktik manipulatif dan berbasis sistem tubuh)
Praktik ini didasarkan pada penanganan satu atau lebih bagian tubuh, antara lain:
- Terapi pijat (massage): terapi dimana jaringan lunak tubuh diremas, digosok, ditepuk, dan dibelai.
- Terapi kiropraktik: jenis manipulasi pada tulang belakang, sendi, dan sistem rangka.
- Refleksologi: jenis pijat dimana tekanan diberikan pada titik-titik tertentu di kaki atau tangan, yang diyakini cocok dengan bagian tubuh tertentu.
4. Energy healing (penyembuhan energi)
Penyembuhan energi didasarkan pada keyakinan bahwa energi vital mengalir melalui tubuh. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan aliran energi pada pasien. Tidak ada cukup bukti yang mendukung keberadaan medan energi, namun tidak ada efek berbahaya dalam penggunaan terapi ini. Beberapa contohnya adalah:
- Reiki: meletakkan tangan dengan ringan di atas atau tepat di atas orang tersebut dengan tujuan mengarahkan energi untuk membantu respons penyembuhan seseorang.
- Sentuhan terapeutik: menggerakkan tangan di atas medan energi tubuh atau menyentuh tubuh seseorang dengan lembut.
5. Whole medical systems (sistem medis menyeluruh)
Terapi ini merupakan sistem dan keyakinan pengobatan yang telah berkembang dari waktu ke waktu di berbagai budaya dan belahan dunia. Beberapa terapi ini adalah:
- Pengobatan Ayurveda: sebuah sistem dari India yang bertujuan untuk membersihkan tubuh dan memulihkan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa. Sistem ini menggunakan pola makan, obat-obatan herbal, olahraga, meditasi, pernapasan, terapi fisik, dan metode lainnya.
- Pengobatan tradisional Tiongkok: berdasarkan keyakinan bahwa qi (energi vital tubuh) mengalir di sepanjang meridian (saluran) dalam tubuh dan menjaga kesehatan spiritual, emosional, mental, dan fisik seseorang tetap seimbang. Sistem ini bertujuan untuk memulihkan keseimbangan tubuh antara dua kekuatan yang disebut yin dan yang.
- Akupunktur adalah praktik umum dalam pengobatan Tiongkok yang melibatkan stimulasi titik-titik tertentu pada tubuh untuk meningkatkan kesehatan, atau untuk mengurangi gejala penyakit dan efek samping pengobatan.
- Pengobatan naturopati: sebuah sistem yang menghindari obat-obatan dan pembedahan. Sistem ini didasarkan pada penggunaan agen alami seperti udara, air, cahaya, panas, dan pijat untuk membantu tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Pengobatan ini juga dapat menggunakan produk herbal, nutrisi, akupunktur, dan aromaterapi.
Di Indonesia, belum semua terapi komplementer tersebut tersedia di pelayanan kesehatan ataupun klinik resmi. Beberapa pilihan pengobatan yang cukup umum, antara lain pijat, produk herbal, aromaterapi, refleksologi, chiropractic, bekam, terapi sengat lebah, dan akupunktur.(5) Namun, sampai saat ini baru tiga metode pengobatan komplementer yang telah diintegrasikan ke dalam pelayanan medis konvensional yaitu akupunktur, terapi hiperbarik, dan terapi herbal medik.