Gejala interdialisis merupakan gejala yang muncul diantara dua waktu dialisis pada penderita PGTA, biasanya berkaitan dengan kenaikan berat badan interdialisis (IDWG) akibat kelebihan cairan diantara sesi dialisis. Gejala interdialisis secara umum dapat berupa ketidaknyamanan fisik maupun psikologis, sebagai berikut:(1)
Kenaikan IDWG juga dikaitkan dengan komplikasi intradialisis yaitu komplikasi yang terjadi saat penderita menjalani hemodialisis (HD). IDWG merupakan salah satu panduan utama untuk menentukan berapa jumlah cairan yang harus dikeluarkan selama sesi HD. Tingginya IDWG dapat mempengaruhi banyaknya jumlah cairan yang harus dikeluarkan atau penarikan cairan selama sesi HD. Penarikan cairan yang terlalu banyak inilah yang dapat menimbulkan beberapa risiko komplikasi intradialisis, meliputi perubahan tekanan darah seperti peningkatan tekanan darah (hipertensi) atau penurunan tekanan darah (hipotensi), kram otot, sakit kepala, mual, muntah, nyeri dada, rasa lemas, demam dan menggigil.(2,3,4)
Pada kondisi kenaikan IDWG lebih dari 2 kg (lebih dari 4,8% berat badan kering), resiko komplikasi pada penderita PGTA yang menjalani hemodialisis semakin meningkat, antara lain:(5,6,7)
Beragam gejala dan komplikasi ini dapat mengancam jiwa penderita karena sebagian besar terjadi pada periode interdialitik dimana penderita berada di rumah tanpa pengawasan dari petugas kesehatan.(8) Penambahan berat badan interdialisis juga menjadi parameter untuk menilai harapan hidup penderita, semakin besar kenaikan IDWG maka semakin rendah tingkat keselamatan penderita.(9)