Terapi komplementer, dalam dunia kedokteran sering disebut dengan istilah complementary and alternative medicine (CAM) merupakan pengobatan tradisional yang sudah diakui dan telah terbukti dapat digunakan sebagai pelengkap atau pendamping terapi medis. Masyarakat lebih sering menyebut terapi ini dengan sebutan pengobatan alternatif. Terapi ini ditujukan untuk melengkapi pengobatan pada berbagai penyakit termasuk penyakit ginjal kronis dengan menggunakan metode tradisional. Namun, terapi komplementer bukanlah pengganti pengobatan medis karena tidak bisa menggantikan perawatan medis utama.(1–3)
Kebutuhan masyarakat akan pengobatan komplementer terus berkembang dan meningkat. Terapi ini menjadi salah satu pilihan pengobatan dan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Di berbagai tempat pelayanan kesehatan, tidak sedikit pasien yang bertanya tentang terapi komplementer atau alternatif kepada petugas kesehatan seperti dokter ataupun perawat. Sebagian besar mengungkapkan memilih terapi komplementer karena adanya reaksi efek samping dari pengobatan medis yang diterima. Terapi ini mengedepankan filosofi pengobatan yang bersifat holistik atau menyeluruh dan melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan untuk pengobatannya.(1,4)
Pemilihan pengobatan alternatif tidak boleh sembarangan. Jika dilakukan tidak tepat, pengobatan ini justru dapat berisiko memperburuk kondisi karena tidak semua metode pengobatan cocok untuk mengatasi kondisi setiap orang. Oleh karena itu, penting bagi pasien dan keluarga untuk memahami terlebih dulu keamanan dan efektivitas pengobatan alternatif yang akan digunakan. Lakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan (dokter, perawat) untuk menentukan terapi komplementer yang sesuai sebelum menjalaninya.(3,5)