PGTA biasanya diawali dengan penyakit dasar atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi ginjal dalam waktu yang lama. Secara global, penyebab utama penyakit ginjal kronis di dunia adalah hipertensi dan diabetes melitus yang mencakup sekitar dua pertiga kasus.(1,2) Berdasarkan data dari Indonesian Renal Registry (IRR) 2020, penyebab PGTA paling banyak adalah penyakit ginjal hipertensi (42%) yang diikuti oleh nefropati diabetika (22%) dan nefropati obstruktif (6%), dan masih ada penyebab yang tidak diketahui (11%).(3,4)
Faktor-faktor tertentu yang juga meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis dapat berkembang lebih cepat menjadi penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) yaitu penyakit jantung, memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, memiliki struktur ginjal yang abnormal, berusia lanjut di atas 60 tahun, memiliki riwayat mengonsumsi obat-obatan atau suplemen yang dapat merusak ginjal dalam waktu yang lama seperti obat pereda nyeri yang dijual bebas, riwayat merokok, dan obesitas.(5,2,6)